ISLAM DAN PERUBAHAN MASYARAKAT

Senin, 07 Maret 2011
ISLAM DAN PERUBAHAN MASYARAKAT

A. Arti Islam


        Islam adalah agama yang berdasarkan pada ketundukan terhadap aturan Allah. Islam adalah agama penghambaan kepada Allah, yang mencipta, mengatur, memelihara alam semesta.Bila dicari dari asal katanya, Islam berasal dari kata aslama yang merupakan turunan dari kata assalmu,assalamu,assalamatu yang artinya tunduk dan patuh,bersih dan selamat dari catatan lahir batin. Dari asal kata ini dapat diartikan bahwa dalam Islam terkandung makna suci, bersih tanpa cacat atau sempurna.Kata Islam juga dapat diambil dari kata assilmu yang berarti juga perdamaian dan keamanan. Dari asal kata ini Islam mengandung makna perdamaian dan keselamatan, karena itu kata asslamu'alaikum merupakan tanda kecintaan seseorang muslim kepada orang lain, yang selalu menebarkan doa dan kedamaian kepada sesama.
        Pengertian Islam secara terminologis sebagaimana diungkapkan Ahmad Abdullah Almasdoosi bahwa Islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna diturunkan ke permukaan bumi ini.
         Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui rasul-rasul-Nya, yang berisi hukum-hukum yang mengatur hubunggan manusia dengan Allah, manusia dengan  manusia, dan manusia dengan alam semesta. 
          Agama Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah agama Islam yang terakhir yang diturunkan Allah kepada manusia.

B.ISLAM DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT
           
           Islam dalam arti agama yang disampaikan melalui Nabi Muhammad saw,lahir bersama dengan turunnya Al-Quran empat belas abad lebih yang lalu. Masyarakat jahiliyah adalah masyarakat yang pertama kali bersentuhan dengannya, serta masyarakat pertama pula yang berobah pola pikir, sikap, dan tingkah lakunya, sebagaimana dikehendaki Islam.
            Masyarakat jahiliyah memiliki pola pikir,sikap, dan tingkah laku yang terpuji dan yang tercela. Dalam hal ini, Islam menerima dan mengembangkan yang terpuji, namun menolak dan meluruskan yang tercela. Hasan Ibrahim Hasan menyebutkan beberapa adat kebiasaan mereka yang tercela antara lain:
1. Musyrik (menyekutu Allah) dan penyembahan berhala,
2. Pendukunan dan Khurafat,
3. Mabuk-mabukan dan masih banyak lagi.
           Sedangkan sifat positifnya dicatat oleh Ahmad Amin,seperti:semangat dan keberanian, kedermawanan,dan kebaktian kepada suku.

SYARAT UTAMA PERUBAHAN

            Perubahan dapat terlaksana melalui pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Al-Quran, serta kemampuan memanfaatkan dan menyesuaikan diri dengan hukum-hukum sejarah.
             Al-Quran adalah kitab pertama yang terkenal ummat manusia yang berbicara tentang hukum-hukum sejarah dalam masyarakat dan bahwa hukum-hukum tersebut, sebagaimana hukum alam, tidak mungkin mengalami perubahan.
             Uraian Al-Quran tentang hukum-hukum tersebut adalah wajar, karena sejak semula Al-Quran memperkenalkan dirinya sebagai kitab suci yang berfungsi melakukan perubahan-perubahan positif atau menurut bahasa Al-Quran, Al-Quran dalam hal ini tidak menjadikan dirinya sebagai alternatif pengganti usaha manusiawi, tetapi sebagai pendorong dan pemandu, demi berperannya manusia secara positif dalam bidang-bidang kehidupan.
             Dari ayat-ayat Al-Quran dapat dipahami bahwa perubahan baru dapat terlaksana bila dipenuhi dua syarat pokok: (a) adanya nilai; dan (b) adanya pelaku-pelaku yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tersebut.
             Manusia adalah para pelaku yang menciptakan sejarah. Yang ditekankan Al-Quran tentang diri manusia bukanlah bentuk lahiriyahnya, tetapi kepribadiannya atau manusia dalam totalitasnya. Menurut Al-Quran nilai-nilai luhur  sekalipun, jika tidak terhayati dalam kepribadian seseorang, tidak akan menghasilkan perubahan apa-apa kecuali selogan-selogan kosong.
             Perubahan yang terjadi pada diri seseorang harus diwujudkan dalam dasar yang kokoh, sehingga perubahan yang terjadi pada dirinya menciptakan arus gelombang yang menyentuh kesadaran orang lain.
             Perjuangan Nabi Muhammad saw disaat mengajarkan Islam adalah dengan meningkatkan kesadaran moral ummat. Beliau mencoba menggubah tatanan sosial melalui keteladanan moral yang baik.











 
READ MORE - ISLAM DAN PERUBAHAN MASYARAKAT

LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM AWAL DI INDONESIA

LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM AWAL DI INDONESIA
OLEH
NURSALIMAH


A.    Pendahuluan


Pendidikan merupakan salah satu perhatian sentral masalah Islam baik dalam negara mayoritas maupun minoritas. Dalam ajaran agama Islam,pendidikan mendapat posisi yang sangat penting dan tinggi. Karenanya, ummat Islam selalu mempunyai perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan pendidikan untuk kepentinggan masa depan umat Islam.
            Sejak awal perkembangan Islam di Indonesia, pendidikan mendapat prioritas utama masyarakat umat muslim Indonesia.Di samping karena besarnya arti pendidikan, kepentingan Islamisasi muslim Indonesia mendorong umat Islam mendorong umat Islam melaksanakan pengajaran Islam kendati dalam sistem yang sederhana, dimana pengajaran diberikan dengan sistem halaqoh yang dilakukan di tempat-tempat ibadah seperti mesjid, musollah, bahkan juga dirumah-rumah ulama. Kebutuhan terhadap pendidikan mendorong umat Islam di Indonesia mengadopsi dan mentranfer lembaga keagamaan dan sosial yang sudah ada kedalam pendidikan Islam di Indonesia. Di jawa misalnya, umat Islam mentranfer lembaga keagamaan Hindu Budha menjadi pesantren; umat Islam di Minangkabau mengambil surau sebagai peninggalan adat masyarakat setempat menjadi lembaga pendidikan Islam; dan demikian pula masyarakat Aceh dengan mentranfer lembaga masyarakat meunasah, dayah, rangkang sebagai lembaga pendidikan Islam.
            Dalam makalah yang sederhana ini, penulis mencoba memaparkan lembaga-lembaga pendidikan Islam awal di Indonesia seperti yang disebutkan di atas, sebagai gerak langkah awal untuk membangun lembaga-lembaga pendidikan Islam yang lebih relevan perkembangan berikutnya.
           

Pada awal perkembangan agama Islam di Indonesia, pendidikan Islam dilaksanakan secara Informal. Islam datang ke Indonesia dibawa oleh para pedagang muslim, sambil berdagang mereka menyiarkan agama Islam. Setiap ada kesempatan mereka memberikan pendididkan dan ajaran agama islam. Dididkan dan ajaran islam mereka berikan dengan contoh suri teladan. Mereka berlaku sopan, ramah tamah, tulus ikhlas, amanah, dan kepercayaan, pengasih, pemurah, jujur, dan adil, menepati janji, serta menghormati adat-istiadat yang ada yang menyebabkan masyarakat Nusantara tertarik untuk memeluk agama islam.
Sementara itu, hampir setiap desa yang ditempati kaum muslimin, mereka mendirikan mesjid untuk tempat mengerjakan shalat jum’at dan juga pada tiap-tiap kampung mereka dirikan langgar untuk mengaji al-qur’an dan tempat untuk mengerjakan shalat lima waktu.
Adapun fungsi utama mesjid adalah untuk tempat shalat lima waktu ditambah dengan sekali seminggu dilaksanakan shalat jum’a dan dua kali setahun dilaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Sedangkan langgar bentuknya lebih kecil dari mesjid dan dipergunakan hanya untuk tempat shalat lima waktu dan bukan untuk tempat shalat jum’at. Selain dari fungsi utama mesjid dan langgar difungsikan juga untuk tempat pendidikan. Di tempat ini dilakukan pendidikan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Pengajian yang dilakukan untuk orang dewasa adalah penyampaian-penyampaian ajaran islam oleh mubaligh (al-ustad, guru, kyai) kepada para jama’ah dalam bidang yang berkenaan dengan akidah, ibadah, dan akhlak.
Al-Abdi dalam bukunya Almadlehal menyatakan bahwa mesjid merupakan tempat terbaik untuk kegiatan pendidikan. Dengan menjadikan lembaga pendidikan dalam mesjid, akan terlihat hidupnya sunah-sunah islam, menghilangkan bid’ah-bid’ah mengembangkan hukum-hukum Tuhan, serta menhilangkan stratifikasi rasa serta status ekonomi dalam pendididkan.
Oleh sebab itu, implikasi mesjid sebagai lembaga pendidikan islam adalah :
  1. Mendidik anak-anak untuk tetap beribadah kepada Allah SWT
  2. Menanamkan rasa cinta kepada ilmu pengetahuan dan menanamkan solidaritas sosial, serta menyadarkan hak-hak dan kewajibannya sebagai insan pribadi, sosial, dan warganegara
  3. Memberi rasa ketentraman, kekuatan, dan kemakmuran potensi-potensi rohani manusia melalui pendidikan, kesabaran,keberanian, kesadaran, perenungan, optimisme, dan pengadaan penelitian.

Pada tahap-tahap awal ini, sebenarnya penyelenggaraan pendidikan antara mesjid dibedakan dengan langgar dimana pendidikan langgar adalah tingkat dasar yang biasa disebut pengajian al-qur’an. Kemudian pendidikan ditingkat lanjutan disebut pengajian kitab dan diselenggarakan di mesjid. Dengan demikian, langgar dan mesjid pada masa lalu (sebelum) timbul dan berkembangnya madrasah, telah diselenggarakan dua macamstrata pendidikan, yaitu pendidikan dasar, yang disebut pengajian al-qur’an. Dan yang kedua adalah pendidikan al-Qur’an yang disebut guru kitab.
Adapun cara yang dipergunakan dalam belajar dan mengajar di langgar dan mesjid dapat ditentukan sebagai berikut : anak-anak belajar secara duduk dalam keadaan besila tanpa mempergunakan bangku dan meja. Demikian pula halnya dengan guru. Mereka belajar derngan guru seorang demi seorang (sorongan) dan belum berkelas-kelas seperti sekolah-sekolah yang ada sekarang. Materi pelajarannya sangat berpariasi, tergantung kepada kemampuan anak-anak.Namun, pada dasarnya setiap anak memulai pelajarannya dengan huruf hijaiyah, mereka mepelajari huruf hijaiyah dengan membaca (menghapal dan mengenal hurufnya) satu persatu, baru kemudian dirangkaikan. Selain belajar al-Qur’an materi lain yang diajarkan adalah ibadah yang dimulai dengan burwudhu dan shalat. Pelajar ini diberikan secara langsung melalui contoh, teladan, dan praktek. Adapun lama belajar al-Qur’an di langgar dan mesjid ditentukan berdasarkan kemampuan, kerajinan, bahkan situasi dan kondisi setempat. Anak yang bekemampuan dan rajin bisa menamatkan Al-Qur’an dengan baik dalam jangka dua atau tiga tahun.
Mengenai metode penyampaian materi, pada pendidikan langgar dan mesjid memakai dua metode, yaitu metode sorongan dimana dengan metode ini  anak secara perorangan belajar dengan guru/kyai dan metode halaqoh, yakni seorang guru/kyai dalam meberikan pengajarannya duduk dengan dikelilingi murud-muridnya. Demikianlah, bagaimana kedudukan langgar dan mesjid sebagai lembaga pendidikan islam. Untuk kondisi sekarang memang keberadaannya sangat urgen. Sebagai contoh kalau dahulu saat Ramadhan tiba, biasanya diisi dengan tadarusan al-Qur’an, sekarang tampaknya lebih berkembang lagi, biasanya kalau tiba Ramadhan langgar dan mesjid ramai-ramai mengadakan kegiatan seperti pesantren kilat, ceramah-ceramah keagamaan dan sebagainya, terlebih didukung oleh pemuda mesjidnya yang penuh kreativitas sehingga lebih semarak.
            Kata pesantren itu sendiri menurut beberapa ahli ada yang menganggap berasal dari bahasa tamil yang berarti ”guru mengaji”. Sumber lain menyebutkan bahwa kata itu berasal dari bahasa india “shasti” dari kata “sastra” yang berarti buku-buku suci, buku-buku tentang ilmu pengetahuan.
Sementara menurut versi lain, kata pesantren berasal dari akar kata “cantrik” artinya orang yang tinggal di suatu tempat bersama guru untuk mencari ilmu. Karena pergeseran, pengecapan kata cantrik berubah menjadi santri yang kemudian mendapat akhiran-ian menjadi santrian, fonem-ian berubah menjadi –en ditambah awalan pe- menjadi kata jadian pesantren. Analisa terhadap kata asli yang menjadi rujukan kata pesantren menunjukan bahwa akumulasi makna mengiringi kearah suatu lembaga ilmu pendidikan, mengingat adanya guru, buku atau kitab, tempat tinggal, serta anak yang menuntut ilmu serta bekerja.
            Pada awal pertumbuhannya sampai pada masa pembaharuan yaitu pada abad ke-20, pesantren belum mengajarkan ilmu ilmu umum, bahan ajaran yang diberikan murni pendidikan agama, administrasi pendidikan juga belum  diterapkan dalam lembaga pesantren, sistim belajarnya non-klasikal dengan menerapkan metode wetonan, serogan, halaqoh, santri yang hendak belajar tidak dibatasi oleh umur, santri diperbolehkan belajar kapan saja serta jenjang waktu belajar tidak diukur. Santri juga diperbolehkan untuk pindah pesantren sewaktu waktu guna menuntut ilmu dengan guru lain, bahkan pulang ketempat asalnya apabila menurut ukuran pribadinya telah mampu untuk mengembangkan diri.
            Corak pengajaran pada fase ini masih berorientasi pada materi (subject centered teaching) dan juga pada santri (child centered teaching). Dimensi waktu yang bercorak sendiri dipesantren terlihat pada masa lamanya belajar; selama seorang santri memerlukan bimbingan pengajian dari kyainya  selama itu pula ia tidak merasakan adanya keharusan menyelesaikan masa belajarnya dipesantren. Corak pengajian yang tersendiri dari kehidupan pesantren dapat dilihat dari struktur pengajaran yang diberikan. Dari sistematika pengajaran dijumpai jenjang pengajaran yang berulang ulang dari tingkat ketingkat tanpa melihat kesudahannya. Keberhasilan kyai tidak diukur oleh standar nilai evaluasi belajar santri tetapi jumlah mantan santri yang berperan menjadi kyai dan orang-orang yang berpengaruh dimasyarakat.
            Pesantren dengan cara hidupnya yang bersifat kolektif, merupakan salah satu perwujudan atau wajah dari semangat dan tradisi lembaga gotong-royong yang umum terdapat pada masyarakat pedesaan. Nilai-nilai keagamaan seperti persaudaraan, menuntut ilmu, tolong menolong, persatuan, ikhlas, berjuang, patuh kepada Allah dan Rasul, ulama atau kyai sebagai pewaris nabi dan kepada mereka yang diakui sebagai pemimpin,dan berbagai nilai yang secara ekplisit tertulis sebagai ajaran islam, ikut mendukung eksistensi pesantren.
            Dari paparan diatas dapat dicernai bahwa pesantren sejak awal selalu terlibat dalam proses penciptaan tata nilai yang memiliki dua unsur, yaitu pniruan dan pengekalan. Unsur pertama, yaitu peniruan adalah usaha yang dilakukan terus menerus secara sadar untuk memindahkan pola kehidupan Nabi, para sahabat dan ulama kedalam praktek kehidupan dipesantren. Unsur kedua, yaitu pengekangan, memiliki perwujudan utama dalam disiplin sosial yang ketat dipesantren. Kesetiaan tunggal pada pesantren adalah dasar poko disiplin ini.
            Setelah datangnya kaum penjajah barat (Belanda), peranan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam semakin kokoh. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang reaksional terhadap penjajah. Karena itu dizaman lembaga pendidikan islam yang reaksional terhadap penjajah. Karena itu dizaman Belanda sangat kontras sekali pendidikan dipesantren dengan pendidikan disekolah-sekolah umum. Pesantren semata-mata mengajarkan ilmu-ilmu agama lewat kitab-kitab klasik, sedangkan sekolah umum belanda sama sekali tidak mengajarkan pendidikan agama. Dalam perkembangan selanjutnya, pesantren mengalami dinamika, kemampuan dan kesediaan pesantren untuk mengadopsi nila-nilai baru akibat moderenisasi, menjadikan pesantren berkembang dari yang tradisional ke modern. Uraian yang lebih mendalam dan meluas tentang pesantren akan dikemukaan pada makalah berikutnya pada judul “Pesantren : Tinjauan Historis dan dinamikanya”.

Sejak masuknya islam ketanah Aceh, maka pendidikan dan pengajaran islam mulai lahir dan tumbyh dengan amat suburnya, seperti dengan berdirinya kerajaan islam diPasai. Waktu itu, banyak ulama dipasai membangun pesantren, seperti Teungku di Geuredong, Teungku Cot Mamplan, maka banyaklah pelajar yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu.
Walaupun demikian halnya, keterlibatan pemerintah secara jelas terhadap lembaga tersebut, yakni ketika kerajaan Aceh Darussalam memproklamirkan diri pada tanggal 12 Zulkaedah 1511 sebagai penguasa Aceh yang menyatakan perang terhadap buta huruf yang merupakaan dambaan sejak beabad-abad lamanya.
Proklamasi Kerajaan Islam Pasai belahan Timur. Aceh pada saat itu merupakan sumber ilmu pengetahuan,bahkan ibu kota Aceh Darussalam terus berkembang mensejajari kota-kota pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Hal ini terbukti dengan bidang pendidikan yang mendapat perhatian penuh dari kerajaan Aceh Darussalam yang pada waktu itu terdapat lembaga negara yang bertugas dalam bidang ilmu pengetaahuan, antara lain :
  1. Bala Seuti Hukama (Lembaga Ilmu Pengetahuan)
  2. Bala Seuti Ulama (Lembaga Pengurus Pendidikan)
  3. Balai Jama’ah Himpunan Ulama (Perkumpulan Intelektual  membahas masalah ilmu pengetahuan)
Adapun jenjang pendidikan yang ada pada saat itu adalah sebagai berikut.  Klik lebih Lanjut dan Dawnload
READ MORE - LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM AWAL DI INDONESIA

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA TURKI USMANI MODERN (MUSTAFA KEMAL ATTATURK)

Rabu, 23 Februari 2011

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA TURKI USMANI MODERN
(MUSTAFA KEMAL ATTATURK)
OLEH :
 NURSALIMAH
Pendahuluan
Masyarakat turki yang sejak lama diselimuti kabut pemerintah monarki absolute sepertiny menghendaki kebebasan bagi rakyat yang mendambakan hilangnya kekuasaaan sewenang-wenang yang seolah-olah milik sultan. Demikian pula alam demokrasi yang dididamkan belum menunjukkan sinar yang cemerlang kecuali akhir abad ke-19 yang tetunya berkat perjuangan para perintis pembaharuan di turki sendiri, baik rintisan ini dilakukan oleh para sultan, para cendikiawan maupun para aktifis gerakan oposisi. 1
Perjuangan dalam memperoleh kebebasan hak-hak warga Negara Turki dalam bentuk demokrasi yang diidamkan tersebut terdapat banyak tantangan yang dihadapi, bik dalam negri terutama sultan yang enggan melengserkan jabatannya, juga terdapat tantangan yang cukup berat di kalangan ekstrn yaitu intervensi bangsa colonial terhadap urusan-urusan dalam negri Turki. Kondisi seperti ini menjadi setting sosio-politik dan historic yang dengan ini pulalah mendorong Mustafa Kemal beserta kawan-kawan seperjuangannya untuk menyelamatkan masa depan Turki dari cengkraman kekuasaan absolute para sultan dan ancaman Negara menggebu 

 Dan nyatanya keberhasilan ini menhantarkan Mustafa Kemal mendapat julukan Bapak Turki (Attaturk) dan menjadi presiden pertama. Makalah ini ingin mengungkapkan peran Mustafa Kemal dalam menghadapi sekutu dan factor-faktor yang menjadi pendorong keberhasilannya serta berbagai ide pembaharuannya.

            Mustafa Kemal dilahirkan di slonika, kota kecil kawasan Yunani tahun 1881. orangtuanya Ali Riza bekerja sehingga pegawai biasa di salah satu kantor pemerintah dimkota tersebut. 2 Ibunya bernama Zulaide Henim seorang sosok ibu yang sangat halus dan dalam perasaan keagamaannya sangat cendrung manginginkan anaknya kelak menjadi sarjana yang taat. 3
            Mustafa Kemal mengecap pendidikan dasarnya pada madrasah, namun tidak bertahan lama karena harus dikeluarkan gurunya sebab dia menentang. 4 Kemudian ia belajar di sekolah dasar modern di slonika dan tamat di tahun 1893. kemudian ia melanjutkan ke sekolah Menengah Militer di kota yang sama. Karena kecemerlangannya dan pintarnya disekolah ini, terutama dibidang matematika dan kemiliteran, akhirnya ia menamatkan sekolahnya di tahun 1895. lantas mendorongnya cepat masuk ke Sekolah Tinggi Militer di istambul tamat tahun 1899, hingga mendapat pangkat kepten. 

Dalam karir politiknya, ia bersama Ali Fethi dan ia menjadi kelompok kader yang menerbitkan surat kabar yang ditulis dengan tangan, hingga ia harus meringkuk di tahanan untuk beberapa waktu. Selanjutnya ia ditugaskan di syiria selama empat bulan dan selama itu pula ia mendirikan organisasi politik rahasia yang bernama hurrivet geniveeti hingga berhasil mendirikan cabang-cabang di Jaffa, Beirut, dan Jerussalem. Di slonika sendiri, dia aktif pada organisasi hoden and progress (persatuan dan kemajuan), ketika revolusi turki Muda meletus tahun 1908. 6
            Sedangkan di Benghazi, ketika perang italic di Tripoli (1811-1812), dia menjadi komandan kesatuan banghazi dan dinaikkan menjadi mayor. Selama perang Balkan 11 (1912-1913) dan kembali ke istambul dan diangkat menjadi kepala staff militer di Gellifort dan setelah berakhir dia diangkat menjadi atase Militer di sofia dengan pangkat kolenel . 7 Saat meletus perang dunia 1, Turki merupakan sekutu dari jerman, Mustafa Kemal ditugaskan di tokisdus sebagai Komandan divisi XIX guna mempertahankan selat Dardareja sehingga mampu menyelamatkan ibu kota Usmania dan mengubah jalannya perang dunia. Ketika dikirim ke Edirus, ia diangkat menjadi panglima Angkatan Bersenjata di Byarbakir dan berpangkat jendral, setelah berhasil merebut kembali Mush dan Bitti dari Rusia. Demikian pula ia diangkat menjadi panglima angkatan darat VII di Syiria di bawah falkeuhayn. Namun bukan senang dengan pangkat tersebut, akhirnya Mustafa kemal meletakkan jabatannya dan kembali ke Istambul. 
Di bulan agustus 1918 dia diangkat menjadi Komandan Angkatan Darat ke-7 dan tanggal 30 Oktober 1918 menggantika Jendral Liman Yen Sandera sebagai Panglima Kesatuan Angkatan Darat Yildirim. Dua minggu berselang, kesatuannya dibubarkan dan dia dipanggil ke Istambul pada tanggal 13 November 1918 dimana saat itu kapal-kapal sekitu tiba di Turki. klick untuk lebih lanjut dan Download

READ MORE - PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA TURKI USMANI MODERN (MUSTAFA KEMAL ATTATURK)

Kumpulan Artikel

Selasa, 22 Februari 2011
READ MORE - Kumpulan Artikel

Kumpulan RPP dan Silabus MTS/SMP

Silabus Aqidah Akhlak Semester I dan II

RPP Aqidah Akhlak Semester I dan II

    Silabus Fiqih Semester I dan II

      RPP Fiqih Semester I dan II


        READ MORE - Kumpulan RPP dan Silabus MTS/SMP

        Daftar Isi

        Site Not Found
        READ MORE - Daftar Isi

        PENDIDIKAN ISLAM DI TURKI USMANI

        Senin, 21 Februari 2011

        PENDIDIKAN ISLAM DI TURKI USMANI
        OLEH :
        NURSALIMAH
        Pendahuluan
        Sejarah menunjukkan pada abad ke 15 (ke 9 H) orang turki Usmani membuat debut di panggung sejarah, pada tahun 1455 (853H) mereka menjadi perhatian dunia, ketika Muhammad sang penakluk yang berusia 24 tahun telah merebut konstantinopel ibu kota kerajaan Romawi Timur. Kemenagan ini yang telah membuat umat islam selama 800 tahun dari keadaan sebaliknya, telah menggairahkan kembali seluruh dunia islam dan membangkitkan kembali. 1 Jatuhnya konstantinopel ini yang selama delapan abad tidak berhasil di jatuhkan oleh kaum muslimin,2 memberi bukti kekuatan turki Usmani benar-benar tangguh. 
                    Dengan ketangguhan tersebut Philip K Hitti mengatakan kerajaan Turki Usmani adalah kerajaan terbesar aiabad modern, yang berkuasa dari tahun 1282-1929 M. 3 Dalam limit waktu yang begitu panjang, banyak usaha-usaha pembaharuan yang dilakukan baik dalam bidang militer, pemerintahan, ekonomi maupun pendidikan. Ide-ide pemikiran pendidikan sampai masa kepemimpinan Sultan Mahmud keadaan pendidikan atau sekolah-sekolah menggunakan system tradisional, yang didomonasi 
        oleh para ulama dan orientasnya hanya pada masalah agama. Madrasah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan umum yang berada di kerajaan turki. Sedangkan disisi lain ilmu-ilmu umum sebagai penunjang kurang mendapat tempat dalam kurikulum madrasah. Kondisi ini disadari Sultan tidak relevan lagi dengan tuntutan zaman modern. Maka sultan Mahmud memunculkan ide mengadakan perubahan dalam kurikulum madrasah dengan memasukkan ilmu-ilmu umum, disamping mendirikan sekolah umum dan sekolah sastra, siswa untuk kedua sekolah ini dipilih dari lulusan madrasah yang berperestasi. 4
                    Kiranya dari kebijaksanaan tersebut, penulis ingin melihat asal usul turki Usmani, bagaimana ide-ide pemikiran pendidikan, dan upaya apa saja yang dilakukan dalam pembaharuan pendidikan di Turki Usmani, dapat dilihat dalam bahasan selanjutnya.
        A. Asal – Usul dan Perkembangan Turki Usmani
                    Dalam catatan sejarah kerajaan Turki Usmani adalah kerajaan pertama yang paling lama bertahun, dibandingkan dua kerajaan besar lainnya, berdiri pada tahun 1282-1929 M.5 Kerajaan ini berasal dari keturunan Usman ibn sauji Ibn Art Hogol Ibn Sulaiman Syah Ibn Kia Alt. Silsilah kerajaan ini atas prakarsa bangsa Turki dari Kabilah Oghuz, suku Nomanik di asia kecil yang mendiami daerah Mongol dan daerah Utara Negeri Cina.
        “dan ada pendapat lain” 7 Dalam kurun waktu yang panjang, sekitar 3 abad mereka pindah ke Turkistan, Persia, dan irak. Pada awalnya mereka tidak memeluk agama islam, baru sekitar abad ke- 19 atau abad 10 mereka masuk islam yang pada waktu itu menetap di Asia tengah. Kemudian pad aabad ke- 13 mereka mendapat serangan Mongol. Sehingga melarikan diri ke daerah barat. Akan tetapi ketika pemimpin terakhir kabilah ini (Sulaiman) meninggal dalam pertempuran munzikart, mereka terpecah dua, ada yang pulang ke daerah timur dan ada pula yang mencari pengsuian pada saudara-saudaranya (Orang Turki saljuq) yang tinggal di asia kecil, 8 yang dipimpin oleh Erthogrul putra Sualaiman.
                    Pada waktu itu mereka mengabdikan diri pada Sultan Alauddin 11, Sultan saljuq yang kebetulan sedang berperang debgan Dizantium. Mereka membantu Sultan tersebut yang Akhirnya mendapat kemengan. Sultan tersebutpun memberikan hadiah sebidang tanah di asdia kecil yang berbatasan dengan Dizantium ini adalah awal mereka untuk membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibu kota. Kemudian Ethgrul meninggal dunia pada tahun 1280, kepemimpinan di lanjutkan Usman yang memerintah 1290-1326 M. 
        Usman juga banyak berjasa kepada Sultan Alauddin 11, sehingga dia disenagi, 10 ia berhasil menduduki benteng-benteng Dizantium dekat kota Broessa. Kemudian pada tahun 1300 M kerajaan Saljuq mnedapat serangan dari bangsa Mongol sehingga Sultan Alauddin 11 terbunuh. Keturunannya tidak ada yang leyak menggantikannya maka tidak beberapa lama setelah ia meninggal wilayahnya terpecah-pecah menjadi karajaan-beberapa kerajaan kecil. 11 Sejak itulah Usman memproklamirkan dirinya sebagai Padisnya dan kerajaan Usmania dinyatakan berdiri, dengan penguasa pertama yaitu Usman yang sering disebut Usman 1. Ia mendapat dukungan dari berbagai lapisan pembesar Saljuq, maka seluruh bekas wilayah kesultanan saljuq menjadi wilayah keturunan turki Usamani dan menjadikan Brossa sebagai ibu kota resmi pada tahun 1326.12 Ia memperluas kerajaanya. 13
        Pada masa pemerintahan Orkhan yaitu sultan kedua dari kerajaan Usmani (726 H / 1326 M-761 H / 1359) dapat menaklukkan sebagian benua Eropa yaitu Azmir (Samirna) tahun 1327 M, thawasyanli (1338 M), Angkara (1354 M), dan Gilipornia (1330 M).

        Kemudian pada masa pemerintahan Murad 1 (sultan ketiga dari pemerintahan Usmani), 761 H / 359 M – 789 H / 1389 m, Ia terus melakukan perluasan daerah benua eropa dan memantapkan keamanan dalam negri. Ia menaklukkan Adrianovel (dijadikannya menjadi kerajaan baru), Marcedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh bagian wilayah utara Yunani.
                    Pada waktu itu paus merasa cemas terhadap ekspansi yang dilakukan kerajaan Turki Usmani di Eropa Sehingga ia mengobarkan perang. Kan tetapi dikalahkan Sultan Biyazid 1 1389-1401 M (sultan keempat dari kerajaan Usmani). Peristiwa penghancuran sekutu Kristen eropa ini menjadi catatan penting bagi umat islam dalam sejarah peradaban islam.
                    Setelah Biyazid 11 ekspansi kerajaan Usmani lama berhenti. Tentara Tuki Usmani mengalami kekalahan dengan tentara Mongol yang dipimpin Timur Lenk di Asia kecil. Biyazid dan putranya tertawan dan wafat dalam tawana tahun 1403 M. 14 Kekalah ini membawa akibat buruk bagi kerajaan Turku Usmani , penguasa-penguas saljuq di Asia kecil melepaskan diri dari Turki Usmani. Putra-putra Biyazid saling berebut kekuasaan. Keadaan buruk ini berlangsung sepuluh tahun dan berakhir setelah sultan Mahmud 1 (1403-1421 M) yaitu sultan kelima dari kerajaan Turku Usmani dapat mengatasinya. Ia mengadakan perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negri.
                    Usaha ini dilanjutkan Murad 11(1421-1451 M) dan mencapai puncak kemajuannya kembali pada masa Mahmud 11 (1451-1484 M), dimana ia berhasil merobohkan banteng konstatinovel dan kaisar konstantin 1X mati terbunuh.

        Peperangan ini terjadi pada 6 april-29 mei 1453 M. dalam peperangan ini sultan dibekali 300.000 prajurit dan sebuah pasukan altileri yang tangguh. Kekuatan armadanya yang mengepung negri itu bukan saja dari darat tetapi juga dari laut yaitu 120 kapal perang. Kemudian dilanjutkan Sultan Salim (1512-1520 M). akan tetapi dia mengalihkan perhatiaanya kearah timur dengan menaklukkan dinasti Shafawi (Syi’ah) di Persia, Syria, dan dinasti mamalik di Mesir.
                    Ekspansi ini dilanjutkan sultan Sulaiaman Al-Qanuni (1520-1566 M) dengan tidak melihat timur atau barat, akan tetapi seluruh wilayah Turki Usmani mereka berhasil menguasai Balgrado dan pulau Rodlress tahun 1522 M seerta wilayah Afrika Utara, sehingga wilayah kekuasaannya mencakup Asia kecil, Armenia, Irak,Suria, Hijaz serta Yaman di asia, Mesir, Libia, Tunisia, al-Ajazair di Afrika, Yunani, Bulgaria, Yugoslavia, Albania, Hongaria, Rumania di Eropa. Setelah sultan Sulaiman meninggal terjadi perebutan kekuasaan diantara putra-putranya yang menyebabkan kemunduran kerajaan turki usmani.
        B. Lahirnya Ide-Ide Pemikiran Islam
        Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa eropa dari berbagai bidang kehidupan ini, menjadi awal lahirnya ide-ide pemikiran pendidikan di Turki, telah timbul mulai abad ke-11 H / 17 M dengan kekalahan-kekalahan yang diderita kerajaan Turki Usmani dalam peperangan dengan Negara-negara Eropa. Kekalahan-kekalahan 15

        tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. Mereka mulai memperhatikan kemajuan kebudayaan bangsa Eropa pada masa itu. 16
        Tepatnya pada pemerintahan Sultan Ahmad 111 mengadakan pembaharuan didalam kerajaan Turrki, namun pembaharuan –pembaharuan Sultan Ahmad 111 bisa  dikatakan belum berhasil. Sepaninggal Sultan Amad Turki terus mengadakan pembaharuan, sebagaimana dikatakan Abu Hasan Ali Nadawi bahwa sultan Salim 111 ( 1789-1807 M) berusaha melakukan pembaharuan, 17 serta menyeluruh, tetapi hasilya belum tercapai sebagaimana yang diharapkan. Kondisi turki masih belum banyak berubah dan masih banyak tertinggal di Eropa. Melihat hal tersebut, Sultan Mahmud 11 yangb naik tahta pada tahun 1807 M, terus melakukan pembaharuan yang telah dirintis pada pendahulunya.
        Sultan Mahmud 11 melihat bahwa Turki pernah mengalami masa kejayaan, yaitu puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qadawi, pada masa itu menjadi Negara Adikuasa, kemajuan terdapat di segala bidang, sehingga mengalahkan Negara-negara Eropa. Tetapi tatkala beliau naik tahta, kejayaan itu sudah tidak berada pada Turki, bahkan Turki jauh tertinggal dari Negara-negara Eropa, melihat hal ini sultan Mahmud 11 berkeinginan untuk mengembalikan turki pada masa kejayaannya dengan mengadakan pembaharuan dalam pendidikan dan bidang lainnya.
        READ MORE - PENDIDIKAN ISLAM DI TURKI USMANI